Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2023

[Cerita Pendek : Karena Jarak yang Tidak Bersuara]

  “Aku lelah kalau terus berada di bawah kemampuanmu. Sekali-kali, bisakah kamu mengambil jeda untuk tidak selalu berada di atas? Di sini, ada aku yang siap terbang mengepakkan sayapnya.” ***             Seolah masih tidak percaya dengan apa yang baru saja ia posting, gadis itu pun kembali mengecek instagramnya dan membaca kalimat terakhir yang tertera di sana.   @not_Twins : Terima kasih yang setulus-tulusnya, untuk para TwinLov yang sudah mendukung kami hingga hari ini. Kami harap jeda ini hanya sebentar, so , nantikan kehadiran kami kembali, ya. Best love ever, Not Twins   Dalam waktu lima menit, postingan itu sudah dibanjiri berbagai komentar, seperti “Mengapa Not Twins mengambil jeda? Apakah karena ada masalah internal antara Melodi dan Nada?” Sontak saja, komentar itu membuat Melodi kesal. Bisakah mereka hanya berkomentar saja tanpa perlu sok tahu? Misalnya, cukup berkomentar, “Take a enjo...

[Cerita Mini : Sudahkah Cukup?]

"Udah, Ta?" Gadis itu hanya diam. Mungkin, emosinya sudah meluruh. "Lepasin, Ta. Gue lebih milih lo mencak-mencak gini ketimbang lo mendam semuanya sendirian." "Van, lo ngga usah hubungan sama Eca lagi, ya. Dia tuh mau ngerebut lo dari gue. Ini udah yang ke berapa coba ..." Giovan hanya menghela napas, menanggapi. "Eca tuh nggak akan berubah. Lo harus jauhin dia, Van. Ini demi kebaikan lo." "Demi kebaikan gue, Ta?" Reyta mengernyit, tidak paham dengan apa yang dibicarakan Giovan. "Lo masih ragu sama hubungan kita, Ta. Mau seberapa kerasnya gue meyakinkan lo, lo tetap nggak mau kasih kesempatan buat ngerelain masa lalu.” "Gue kasih kesempatan itu, Van, tapi lo nggak—" "Nggak apa, Ta?! Gue udah izin ke lo, malam itu mau jemput Eca karena ban motornya bocor dan posisi sendirian. Wajar kalo dia minta tolong ke gue. Orangtua Eca juga udah nitipin dia ke gue. Gue nggak nganggep dia lebih selain sebagai ...

[Puisi : Hampa yang Tersisa]

Dulu perasaan ini begitu menggebu Tak kenal apakah dibalas olehmu Tak kenal apakah akan diusik kalbumu Tak kenal apakah akan bertahan selalu   Dulu perasaan ini begitu memburu Tak kenal disadarkan oleh nyata yang tersaji oleh waktu Tak kenal dengan perkataan orang tentangmu Tak kenal apakah aku akan bahagia karenamu   Lambat nan laun, waktu dan waktu Terus memburu haluku Menyadarkanku akan hampaku Memberiku pengertian bahwa kamu bukan untukku Mendesakku tuk mengucap pisah padamu   Sungguh, perasaan itu pernah menggebu meski nyata menampar begitu syahdu Hanya hampa tersendiri yang ada dalam kalbu Tak pernah disentuh riang, hanya palsu yang bertingkah tak menentu Aku telah hampa karena memberi rasa padamu

[Cerita Pendek : Namanya Dionysus]

“Katanya, arti namanya adalah dewa pesta. Tapi, ia sama sekali tidak suka. Bahkan untuk mengerti apa itu definisi ‘pesta’ saja, dia tidak tahu. Tidak tahu dan tidak mau tahu” *** Nama lengkapnya Dionysus Dante. Sukanya dipanggil Dion tapi paling benci dipanggil Dante. Katanya, nama Dante itu terbilang aneh dan tidak enak didengar telinga. Padahal, bagiku, nama Dante adalah nama paling unik yang pernah aku temui. Hari ini tanggal dua puluh enam bulan kesebelas, dia mengulang tahun. Beberapa kejutan sudah aku persiapkan. Seperti dekorasi di tempat pesta, kado yang yang berbeda dari tahun sebelumnya, kartu ucapan yang penuh diksi berirama, meski dengan menu makanan yang masih sama. Tidak apa masih sama. Daripada berbeda, tapi dia marah tiada reda, jadi bahaya. Pukul tiga sore sudah terlewat lima belas menit. Area D’Garden Cafe terpantau tidak terlalu ramai. Hanya ada beberapa pasangan yang saling bersua, juga beberapa keluarga yang sedang bercengkerama. Di dalam ruangan berkac...