[Cerita Mini : Sudahkah Cukup?]

"Udah, Ta?"

Gadis itu hanya diam. Mungkin, emosinya sudah meluruh.

"Lepasin, Ta. Gue lebih milih lo mencak-mencak gini ketimbang lo mendam semuanya sendirian."

"Van, lo ngga usah hubungan sama Eca lagi, ya. Dia tuh mau ngerebut lo dari gue. Ini udah yang ke berapa coba ..."

Giovan hanya menghela napas, menanggapi.

"Eca tuh nggak akan berubah. Lo harus jauhin dia, Van. Ini demi kebaikan lo."

"Demi kebaikan gue, Ta?"

Reyta mengernyit, tidak paham dengan apa yang dibicarakan Giovan.

"Lo masih ragu sama hubungan kita, Ta. Mau seberapa kerasnya gue meyakinkan lo, lo tetap nggak mau kasih kesempatan buat ngerelain masa lalu.”

"Gue kasih kesempatan itu, Van, tapi lo nggak—"

"Nggak apa, Ta?! Gue udah izin ke lo, malam itu mau jemput Eca karena ban motornya bocor dan posisi sendirian. Wajar kalo dia minta tolong ke gue. Orangtua Eca juga udah nitipin dia ke gue. Gue nggak nganggep dia lebih selain sebagai saudara, Ta," tegas Giovan.

"Tapi gue ngga ngizinin, Van. Gue ngga ngizinin lo buat nginep di rumah Eca setelah lo jemput dia. Itu Van, itu kesalahan lo!!"

           Giovan hanya diam. Harus berapa kali dia menyadarkan si retrofili? Eca memang masa lalunya, tapi Reyta ... 

Komentar

  1. Bagus ini,, bikin yang baca berimajinasi dan membuat terusannya sendiri.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Cerita Pendek : Karena Jarak yang Tidak Bersuara]

[Cerita Mini : Dua Sisi Orang Sakit]

[Cerita Pendek : Tujuh Surat dari Elma]