[Puisi : Hampa yang Tersisa]
Dulu perasaan ini begitu menggebu
Tak
kenal apakah dibalas olehmu
Tak
kenal apakah akan diusik kalbumu
Tak
kenal apakah akan bertahan selalu
Dulu
perasaan ini begitu memburu
Tak
kenal disadarkan oleh nyata yang tersaji oleh waktu
Tak
kenal dengan perkataan orang tentangmu
Tak
kenal apakah aku akan bahagia karenamu
Lambat
nan laun, waktu dan waktu
Terus
memburu haluku
Menyadarkanku
akan hampaku
Memberiku
pengertian bahwa kamu bukan untukku
Mendesakku
tuk mengucap pisah padamu
Sungguh,
perasaan itu pernah menggebu meski nyata menampar begitu syahdu
Hanya
hampa tersendiri yang ada dalam kalbu
Tak pernah disentuh riang, hanya palsu yang bertingkah tak menentu
Aku telah hampa karena memberi rasa padamu
Komentar
Posting Komentar