Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2023

[Cerita Mini : Biru, Penghuni Terakhir]

Ruangan penuh warna putih ini masih setia saja dengan suasananya. Padahal, aku sudah bosan sekali. Sungguh. Tapi, wanita itu sedikit memberi jeda untuk sejenak mengusir rasa bosanku. Senyum lebarnya selalu tampak di bibir tipisnya. Memberi sedikit donasi semangat untukku. ⁣ Jaraknya mendekat setelah ia melewati pintu masuk berwarna putih. Ah, putih lagi, aku bosan. "Hei, bagaimana kondisimu? Lebih baik dari kemarin?" Tanyanya sembari mengecek selang panjang yang ujungnya terpasang apik di hidung mungilku. Tak lupa jua, dengan senyum manisnya. Sungguh, kali ini sensasinya berbeda dari senyumnya di hari yang lalu. ⁣ Aku masih mengamati dengan saksama, wajah tulusnya dan senyum bagusnya. Tanpa sadar, sudut bibirku ikut tertarik melengkungkan senyum. "Baiklah. Kurasa kondisimu sudah lebih baik dari kemarin. Aku tahu itu. Beralih ke pertanyaan lain, apakah kamu masih butuh kertas origami lagi? Aku akan keluar nanti. Siapa tahu kamu mau titip lagi." Aku menggele...

[Puisi : Bagiku, Kau Tetap yang Terbaik]

Ingin kuenyahkan saja seluruh penyebab dukamu Terikat kehilangan yang baru saja kamu alami Terikat sakit hati yang masih membuatku geram tiada henti Terikat lelah yang berkepanjangan sepanjang hari   Andai semua berujung pada kebahagiaan Kamu tidak akan sadar pada titik kesalahan Tidak apa jika sesekali terjadi Memeluk asa dalam bayangan Melihat semu terus menghantui   Kepada raga yang dirasuki nyawa Bagiku, kau tetap yang terbaik Memilih bertahan sampai titik penghabisan Meski bahagia tidak kunjung diembuskan Meski kekalutan tak pernah alpa diresapkan

[Cerita Pendek : Titik Kecil Pudar]

Sikap kita, keistimewaan kita yang semu, khayalan bahwa kita memiliki tempat penting  di alam semesta ini, tidak berarti apa pun di hadapan setitik cahaya redup ini.  Planet kita hanyalah sebutir debu yang kesepian di alam yang besar dan gelap. – Carl Sagan – *** Kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Kepala SMA Nasa 34, Demian Alex, telah menyeruak di berbagai media. Pasalnya, kasus itu menjadi bumerang dan pencoreng nama baik sekolah tersebut. Sungguh disayangkan, demi menjatuhkan image sekolah tersebut, para pesaingnya menggunakan cara tidak etik dengan melebih-lebihkan berita yang belum tentu benar mengenai SMA Nasa 34. Biarlah uang yang berbicara. Sekali ucap, semuanya akan siap seketika. Tiga bulan setelah itu, kasus baru pun muncul dari tempat yang sama. Kepala Tata Usaha, Levinka Andriyana, diisukan menggelapkan dana operasional dari pemerintah dan menggunakannya untuk kepentingan pribadi. Data-data valid berupa laporan keuangan pun telah diteliti. Hasilnya pun ...

[Cerita Mini : Lakara Kala Itu]

Malam tidak pernah mengeluh meski harus gelap. Deru langkah kaki yang bersahutan. Orang berlalu-lalang menuju tempat peraduan Kereta yang kutumpangi masih butuh lima belas menit lagi untuk sampai. Kutengok kanan-kiri, memang betul belum kelihatan. Kulirik ponsel yang menunjukkan angka 11 di pojok kiri atas. "Kereta Lakara masih lima belas menit lagi, tenanglah. Pasti tepat waktu," ucap lelaki di sebelahku. "Bagaimana kalau terlambat lagi seperti kala itu?" "Kala itu, ya, kala itu. Beda sama sekarang." "Iya …" jawab gadis itu, malas. “Kamu tahu betul kalau kita punya pengalaman tidak menyenangkan dengan kereta Lakara. Jadwalnya jam berapa, datangnya jam berapa. Oke nggak apa, sekali dua kali, tapi kalo setiap kali seperti itu, haruskah tetap dimaklumi? Bayangkan saja, jika Lakara terlambat lebih dari satu jam, pasti kala itu kita tidak pernah bisa menemui bapak, mendengar suara bapak untuk yang terakhir kalinya, dan-" "Astaga, Maren! Beg...