[Cerita Mini : Biru, Penghuni Terakhir]
Ruangan penuh warna putih ini masih setia saja dengan suasananya. Padahal, aku sudah bosan sekali. Sungguh. Tapi, wanita itu sedikit memberi jeda untuk sejenak mengusir rasa bosanku. Senyum lebarnya selalu tampak di bibir tipisnya. Memberi sedikit donasi semangat untukku. Jaraknya mendekat setelah ia melewati pintu masuk berwarna putih. Ah, putih lagi, aku bosan. "Hei, bagaimana kondisimu? Lebih baik dari kemarin?" Tanyanya sembari mengecek selang panjang yang ujungnya terpasang apik di hidung mungilku. Tak lupa jua, dengan senyum manisnya. Sungguh, kali ini sensasinya berbeda dari senyumnya di hari yang lalu. Aku masih mengamati dengan saksama, wajah tulusnya dan senyum bagusnya. Tanpa sadar, sudut bibirku ikut tertarik melengkungkan senyum. "Baiklah. Kurasa kondisimu sudah lebih baik dari kemarin. Aku tahu itu. Beralih ke pertanyaan lain, apakah kamu masih butuh kertas origami lagi? Aku akan keluar nanti. Siapa tahu kamu mau titip lagi." Aku menggele...