[Cerita Pendek : Henti dan Lepaskan]
“ Karena wanita itu makhluk perasa; apabila diberi janji dan asa, maka berharapnya pasti luar biasa ." *** "Sudah lama di sini?" tanyanya tanpa aba padahal suaranya kalah menggema dibanding hujan yang belum reda. Aku masih diam, tidak menjawabnya. Sungguh, rasanya aku tidak ingin lagi bercengkrama dengannya. Sudah kuusahakan untuk tidak bertemu dengannya, namun semesta justru senang bercanda. "Win, sudah lama di sini?" tanyanya lagi. Harapku masih sama. Tidak peduli dengan pertanyaannya. "Win, sudah lama di sini?" tanyanya bersamaan dengan menepuk pundakmu. Sontak karena kaget, aku pun menoleh ke arahnya. Pertemuan kontak mata pun tak dapat kuelakkan. "Engh ... i-iya, udah lama, kok," jawabku sedikit gugup. Tanganku pun lemas. Tampaknya, dampak dari tepukan dan kontak mata itu berhasil membuatku melayang. Kulihat wajahnya dari samping. Rupanya tak berubah sedikitpun setelah empat tahun tidak bertemu rupa, bertukar sapa, ...