Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2022

[Cerita Pendek : Henti dan Lepaskan]

  “ Karena wanita itu makhluk perasa; apabila diberi janji dan asa, maka berharapnya pasti luar biasa ."  *** "Sudah lama di sini?" tanyanya tanpa aba padahal suaranya kalah menggema dibanding hujan yang belum reda. Aku masih diam, tidak menjawabnya. Sungguh, rasanya aku tidak ingin lagi bercengkrama dengannya. Sudah kuusahakan untuk tidak bertemu dengannya, namun semesta justru senang bercanda. "Win, sudah lama di sini?" tanyanya lagi. Harapku masih sama. Tidak peduli dengan pertanyaannya. "Win, sudah lama di sini?" tanyanya bersamaan dengan menepuk pundakmu. Sontak karena kaget, aku pun menoleh ke arahnya. Pertemuan kontak mata pun tak dapat kuelakkan. "Engh ... i-iya, udah lama, kok," jawabku sedikit gugup. Tanganku pun lemas. Tampaknya, dampak dari tepukan dan kontak mata itu berhasil membuatku melayang. Kulihat wajahnya dari samping. Rupanya tak berubah sedikitpun setelah empat tahun tidak bertemu rupa, bertukar sapa, ...

[Cerita Mini : Bahkan Hanya Sekadar]

            "Apakah kamu masih menyimpan rasa untuknya?"   tanyaku, memberanikan diri. Pandanganmu masih terpaku pada ombak di ujung sana. Tatapanmu lekat, penuh firasat. Helaan napasmu juga berat, tapi aku sedikit tahu, dirimu yang saat ini sudah lebih tangguh dari yang dulu. “Ya … rasa itu masih ada …” Aku menahan napas, tercekat. “Rasa itu punya tempat tersendiri, dia tetap ada meski tidak terlihat oleh siapa. Setiap kehadirannya pun, aku begitu sangat merasakannya.” Sempurna. Jika aku bisa berada di posisinya, aku merasa sangat beruntung. Tapi, aku tidak yakin. Nyatanya, gadis yang kukira seberuntung dia, belum sempat memilikimu saja sudah lebih dulu pergi karena panggilan-Nya. Apalagi aku. “Haha … kenapa kamu jadi terdiam? Nggak lagi pengen jadi dirinya, kan?” “Ish … nggaklah. Hanya angan haha …“ Berikutnya, tangan itu mendekapku. Merapatkan jarak. Hangat dan munafik sekali ¾ jika aku tidak mengakuinya. “Tidak ada yang tahu ...

[Puisi : Di Bawah Langit yang Sama]

Di bawah langit yang sama Duduk berdekatan dengan orang yang bualannya terlalu sempurna Menengadah ke angkasa mengharap kepada semesta Melihat bintang jatuh yang membawa bingkisan harap miliknya   Di bawah langit yang sama Bualannya menjadi semakin tidak sempurna Alih-alih hanya dilontarkan saja Berujung termangu di sudut rencana   Di bawah langit yang sama Dengan suasana rekah yang berbeda Meski awalnya sangat senyap nestapa Dirinya tak lantas diam dengan paksa   Di bawah langit yang sama Semangatnya tak pandang arang meski di bawah terik baskara Asap-asap sisa tekanan ambisi masih berkecimpung dalam diri yang penuh gulita Adakah sisa dari banyak kecewa?   Di bawah langit yang sama Kisahnya tak pernah padam meski telah berangsur masa Sajak-sajak manis telah tercipta Dibacakan banyak orang yang berwibawa   Bualannya yang tidak sempurna Dibumbui senyum juga duka Telah menjelma menjadi sebuah raya Menghiasi p...

[Cerita Pendek : Bagaimana Jika Aku Tidak Bisa Melupakanmu?]

  “Bukan lagi tentang seberapa lama kisah ini terurai, namun seberapa banyak kenangan yang telah membekas di ingatan. Aku kehilanganmu, tidak apa.” *** "Uhuk ... uhuk ... El, barang-barang yang di kamar atas udah diberesin belum?" ujar wanita paruh baya yang sesekali terbatuk karena menyapu debu di salah satu foto berbingkai. El menoleh. "Belum, Mom, foto dalam kardus ini masih belum semua kubersihkan," ucapnya sembari menunjuk bongkahan foto berbingkai dalam kardus. Serena menatap kardus itu, "Ah, ini tinggal dikit, kok. Nanti Mom bersihkan aja sisanya. Kamu beresin yang di kamar atas, ya, biar cepet selesai, gimana?" "Ehm ..." El berpikir sejenak. "Rolling aja ya, Mom. Atau kalau engga kita selesaiin bareng aja yang di lantai bawah baru nanti lanjut yang di lantai atas," tawarnya. "Tapi waktunya udah makin sore loh, El. Bagi tugas aja ya?" kilah Serena lagi. Sepertinya El sudah tidak bisa menawar lagi. Wakt...