[Puisi : Di Bawah Langit yang Sama]

Di bawah langit yang sama

Duduk berdekatan dengan orang yang bualannya terlalu sempurna

Menengadah ke angkasa mengharap kepada semesta

Melihat bintang jatuh yang membawa bingkisan harap miliknya

 

Di bawah langit yang sama

Bualannya menjadi semakin tidak sempurna

Alih-alih hanya dilontarkan saja

Berujung termangu di sudut rencana

 

Di bawah langit yang sama

Dengan suasana rekah yang berbeda

Meski awalnya sangat senyap nestapa

Dirinya tak lantas diam dengan paksa

 

Di bawah langit yang sama

Semangatnya tak pandang arang meski di bawah terik baskara

Asap-asap sisa tekanan ambisi masih berkecimpung dalam diri yang penuh gulita

Adakah sisa dari banyak kecewa?

 

Di bawah langit yang sama

Kisahnya tak pernah padam meski telah berangsur masa

Sajak-sajak manis telah tercipta

Dibacakan banyak orang yang berwibawa

 

Bualannya yang tidak sempurna

Dibumbui senyum juga duka

Telah menjelma menjadi sebuah raya

Menghiasi penghuni langit yang sama

Dengan banyak berkah yang memenuhi jiwa bebas gulana

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Cerita Pendek : Karena Jarak yang Tidak Bersuara]

[Cerita Mini : Dua Sisi Orang Sakit]

[Cerita Pendek : Tujuh Surat dari Elma]