[Puisi : Sejenak Bahagia, Bertahan dalam Perjuangan]

Aku, kepada aku

Penggemar bahagia tapi penikmat sedih yang tidak jemu

Penikmat larik sendu dalam buku-buku

Pegawai seorang mencari ilmu

Mendesak rindu pada dia yang sudah lalu

Berharap sedikit namun banyak menghalu

 

Besok, kamu tidak tahu

Luka mana yang akan tersapu

Diam membisu lantas gagu

Tak mampu lagi membujuk ragu

Menambah ketidakpercayaan diri yang padahal mampu

 

Pelan – pelanlah,

Meski terkadang kamu berkata “Ya sudahlah, lebih baik menyerah”

Jangan berhenti mengucap hamdalah

Atas berkat dari Lillah

Hingga kamu sampai pada hari penuh berkah

Janganlah enggan mengakui, bahwa kamu tercipta untuk menjadi pahlawan dalam sebuah kisah

Bertahanlah, hingga kamu mampu membuat sejarah yang tidak lagi mendengungkan kata menyerah

Semangatlah, hingga esok kamu sampai di persinggahan yang megah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Cerita Pendek : Karena Jarak yang Tidak Bersuara]

[Cerita Mini : Dua Sisi Orang Sakit]

[Cerita Pendek : Tujuh Surat dari Elma]