[Cerita Mini : Tidak Sempat dan Selesai]
Sore itu, aku membuat janji dengan seseorang. Aku datang lebih awal agar tidak mengecewakannya. Karena bukan apa-apa, dari beberapa janji yang kubuat dengannya, aku sendiri pula yang mengingkarinya. Sebagai manusia yang berperasaan, aku jadi merasa tidak enak.
Sembari menunggu, aku memandangi buku bercover jingga dengan judul Sayup-sayup Suara Risau karya penulis terkenal. Bukan karena permintaannya, tetapi ini adalah inisiatifku sendiri. Aku hanya ingin memberitahunya bahwa kisah dalam buku ini sama persis dengan kisah aku dengannya. Terpisah oleh semesta namun bisa kembali bertemu di suatu masa.
“Barda!”
Aku pun menoleh ke sumber suara. Ah, rupanya yang kutunggu sudah datang.
“Sudah lama ya nunggunya? Atau kamu lagi rindu seseorang? Kalau rindu jangan banyak mikir, ucapin saja sama orangnya. Terus kasih hadiah agar saat berpisah lagi, ia bisa mengobati rindunya dengan hadiah itu. Jadi, apakah kamu sedang rindu seseorang?” cerocosnya tiada henti.
Iya, aku rindu padamu. Lihatlah buku ini, aku bawa sebagai penyambung rinduku padamu, begitu pula sebaliknya, kataku … dalam hati.
Iya, memang belum sempat terucap, karena ia lantas pergi setelah menerima telepon sembari berucap, “Iya, Sayang. Iya … aku segera ke sana … Nggak, kok. Urusanku sudah selesai sama temanku.”
Baiklah, urusannya sudah selesai.
Komentar
Posting Komentar