Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2022

[Puisi : Rumpang]

Kalbuku sempat merasa, bahwa hidup terasa menyenangkan Di saat lalu berjalan, beberapa hal terasa dipaksakan Entah sampai berapa kali beradaptasi Hingga tidak perlu ditanya mau berpisah atau hidup dengannya   Kisah-kisah klasik terbungkus ingatan yang berantakan Beberapa bagian rumpang masih belum terjawabkan Lantas, diterima sajakah jika bagiannya memang rumpang?

[Cerita Pendek : Keyakinan Terakhir]

  Tuhan tidak memberimu pilihan, mau lahir di keluarga yang berada atau  cukup dengan ada.  Tuhan juga tidak memberimu gambaran apakah kamu akan berhasil dengan dukungan keluargamu ataukah justru terpuruk karena tuntutan keluargamu. Setiap pilihan punya resiko dan setiap mimpi punya kendala. Berjuanglah sekali lagi, Tuhan ingin kamu bermimpi. *** Alun-alun kota tidak pernah sepi dari warna-warni lampu. Tidak ada perayaan apa pun, seperti hariku. Tidak ada kabar keberhasilan, malah justru sebaliknya. Kulirik jam sudah menunjukkan pukul delapan malam. Niat hati ingin pulang lebih awal ke rumah dan beristirahat, namun riuh di kepala tak berhenti diam meski dipaksa. Kuedarkan arah pandangku dan kulihat beberapa orang berkerumun di sudut lapangan. Entah dengan keluarga, saling memberi tawa dan memberi sambutan percakapan. Di sudut lainnya, beberapa anak-anak sibuk berlarian ke sana dan ke sini sekalipun dibarengi dengan tawa renyah yang ebebrapa tertangkap oleh pendeng...

[Cerita Mini : Kalimat Waktu Itu]

Sepanjang perjalanan menuju rumah, Wira hanya diam saja. Aku tahu sebabnya, pasti karena aku lembur lagi. Jam tidurku kurang. Pola makanku tidak teratur. Wajahku lesu. Begitu, katanya Wira. Aku pun merapatkan pelukanku padanya. Selain untuk mengurangi kekesalannya padaku, juga aku merasa kedinginan karena hujan baru saja reda. “Aku minta maaf karena selalu lembur. Aku juga tahu waktu kita berdua jadi lebih sedikit. Tapi aku janji, setelah ini, aku akan cuti dan menghabiskan waktu bersama. Gimana?” “Nin, kata-kata kamu itu udah pernah kamu ucapin. Persis waktu itu dan ujungnya tetap lembur, kan? Ini bukan masalah lembur atau berkurangnya waktu kita berdua. Aku cuma pengen kamu tahu, jangan terlalu maksain diri buat ngerjain sesuatu tanpa jeda. Aku tahu kerjaanmu banyak. Aku tahu kalo karirmu adalah harapanmu yang berarti. Tapi, apakah dengan bekerja lebih lama dari jam kerja adalah bentuk kerja keras? Apakah itu adalah bentuk memenuhi tanggung jawab? ” Aku hanya diam mendengarny...

[Puisi : Tak Pernah Habis Dimakan Waktu]

Tentangmu ... tak pernah habis dibicarakan Selalu menimbulkan candu tanpa bisa ditangguhkan Kisah denganmu tidak pernah tidak menyenangkan Selalu ingin kuulang meski sudah mustahil untuk dijalankan   Tentangmu ... tak pernah habis kuingat Terlalu racun bahkan meski diberi penawar yang pekat Selalu diam menyelinap dengan begitu hebat Bahkan tak kenal waktu untuk rehat   Tentangmu ... tak pernah habis dimakan waktu Selalu dikenang juga terkenang Tentangmu akan abadi dalam ingatku Tidak peduli berapa lama aku hidup waktu itu   Karena tentangmu adalah sisa masa lalu yang kujaga Sepenuh usahaku semampu bisaku Tak kubiarkan terlupa Tak kubiarkan tersapu nestapa