Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2023

[Puisi : Bernama]

Pernahkah kamu bertanya di mana rindu yang pernah membual? Pernahkah kamu bertanya di mana temu yang pernah bertikai? Pernahkah juga kamu bertanya di mana khawatir pernah tercipta?   Banyak gejolak yang berasal dari sana Diikuti cemas dan tennag yang tidak seirama Dituntut ego untuk memiliki dirinya Sadarlah sendiri Museum hati ini hanya diisi oleh serangkaian tidak pasti

[Cerita Pendek : Tujuh Surat dari Elma]

Mengerjakan tugas yang didesak  deadline  memang sedikit merepotkan. Yang sebenarnya pula, aku juga tidak bermalas-malasan untuk mengerjakannya. Hanya saja, aku tidak bisa meng- handle  semua pekerjaan dengan  deadline  yang bersamaan. Untungnya, seminggu terakhir di bulan Februari ini, pemasukanku cukup membuat dompet tebal. Agak sedikit, sih. Tetapi, lumayanlah kalau sekadar mengajak lima kawan nongkrong di CafĂ© Society depan kantor. Ibaratnya, hitung-hitung dapat lemburan menyenangkan hati kawan. Selepas istirahat sore, pukul enam lewat tiga puluh menit aku kembali ke ruang kerjaku. Tempatku membantai habis naskah kiriman penulis pemula. Yah, sebagai seorang editor terkadang aku berpikir ingin menyerah. Adalah dampak dari Lomba Menulis dalam rangka Peringatan Ulang Tahun Penerbit membuatku menjadi lembur. Tetapi, bagaimanapun juga, itu adalah bagian dari tanggung jawabku. Bukan lagi sebagai resiko karena pekerjaan yang telah aku geluti selama tiga tahun ini...

[Cerita Mini : Dua Sisi Orang Sakit]

Kursi roda ini berhenti tepat di taman bunga. Semerbak wangi menelisik indra penciumanku, memberi sedikit kesejukan di sela-sela bau obat-obatan. Entah bagaimana caranya, cowok berambut gondrong itu merayu dokter Rhea agar mengizinkanku keluar dari ruangan. Kursi roda ini berhenti tepat di taman bunga. Semerbak wangi menelisik indra penciumanku, memberi sedikit kesejukan di sela-sela bau obat-obatan. "Udah, nggak perlu dipikirin. Izin kamu ini izin remsi, kok. Percayalah." ⁣ Aku melengkungkan senyum, berharap memberinya jaminan bahwa aku baik-baik saja, tidak khawatir dengan izin resmi dari dokter Rhea. ⁣ Sebuket bunga mawar dia letakkan di pangkuanku. Warnanya merah pekat, aku suka meski sedikit memberiku rasa cemas. Cowok bernama Randu itu, kini sudah ada di hadapanku. Menyejajarkan posisinya dengan berjongkok. "Bunganya harum," ucapku. "Ya pasti, kalo nggak harum berarti nggak pake parfum," kekeh Randu. ⁣ "Haha .... " tawaku sumb...

[Puisi : Laksana]

Laksana bagaskara yang rela menyinari buminya Engkau datang membawa ceria di setiap masaku   Laksana awan yang menemani bagaskara Engkau datang melengkapi hariku   Tuan, pertahankan kenyamanan Kugantungkan harapan Mengukir banyak kenangan