[Cerita Pendek : Kata Bapak]
Jangankan semesta, takdir saja tidak bertanya apakah kamu akan bahagia esok hari atau tidak? *** Malam itu, aku menghabiskan waktu lembur dengan Elyas dan Wirata, teman satu timku bulan ini. Sebagai perempuan satu-satunya dalam tim dan sering lembur hingga malam, baik Elyas ataupun Wirata sebenarnya sudah cukup baik karena memintaku untuk pulang lebih awal. Hanya saja, sebagai ketua tim aku tidak bisa membiarkan anak buahku menyelesaikan tugasnya sendiri. Bagaimanapun juga, lembur kali ini disebabkan oleh kekeliruanku dalam mengolah biaya anggaran. Pukul sembilan malam di hari Jum’at, aku duduk di dekat jendela kantor yang menghadap ke arah jalanan pusat kota yang ramai sembari menyeruput kopi susu favoritku. “Kay, kerjaan hari ini udah beres. Mending kamu pulang ya, udah berapa hari coba kamu lembur terus. Besok kita bantu kok buat nyelesaiin tugas ini,” tukas Wirata yang tiba-tiba saja sudah ada di sebelahku. “Iya, enggak ada yang bilang kan kalau proyek ini adalah kerja...